Latest Updates

4 SITUS BIMBEL ONLINE

Format Education - Seiring berkembangnya tekhnologi  dizaman sekarang, banyak hal yang lebih praktis yang bisa dilakukan. Seperti menonton film, jika kalian malas pergi ke bioskop kalian bisa mendownload film tersebut atau menunggu film tersebut tayang dilayar televisi kalian. Begitupun dengan belajar, tidak harus selalu belajar disekolah. jika kalian malas pergi ke tempat les, kalian bisa belajar dimana saja dan kapan saja dengan bermodalkan gadget yang terkoneksi dengan internet. banyak sekali web yang berbasis e-learning yang online, nah guys ForEdu akan kasih info 4 Situs E-Learning buat kalin yang mau belajar online, diantaranya:

Nah itulah 4 situs belajar yang bisa kalian akses dimana saja dan kapan saja, sudah tidak ada lagi alasan buat kalian tidak belajar karena zaman sekarang udah pada canggih guys. yuk ah dimulai dari sekarang belajarnya biar lebih pinter. Buat yang mau nambahin situs e-learningnya juga boleh biar kita lebih tahu dan bisa pilih-pilih situs dan mempertimbangkan yang akan dijadikan buat belajar onlinenya

TIDAK HARUS MASUK PTN

Format Education – Kuliah di PTN (Perguruan Tinggi Negeri) memang menjadi impian banyak anak muda. Saking pengenya masuk PTN, beragam jalur penerimaan mahasiswa baru diikuti seperti SNMPTN, SBMPTN, dan Ujian Mandiri. Tidak hanya sampai disitu, bahkan ada yang sampai mengikuti privat khusus agar bias masuk PTN.

    By The Way, Kuliah di PTN terkenal tidak ada jaminan bisa bikin masa depan kamu menjadi cerah. Apalagi jangan sampai tujuan kamu kuliah di PTN hanya untuk sekedar gengsi atau ingin dilihat hebat oleh orang-orang. Kini PTS (Perguruan Tinggi Swasta) pun sudah bersaing dengan PTN.
“Keberhasilan Masa Depan ditentukan oleh Niat dan Ketekunan Selama Proses Kuliah. Bukan Oleh Perguruan Tinggi Negeri”

    Sebetulnya, ilmu dasar dan materi yang diberikan di PTN tidak jauh berbeda dengan PTS. Tidak hanya itu, dosen yang mengajar di PTN pun banyak kok yang mengajar di PTS. Keberhasilan masa depan terletak pada sejauh mana kamu dapat memahami penjelasan yang disampaikan oleh dosen dikelas dan juga kemampuan dalam meningkatkan wawasan salah satunya dengan memanfaatkan internet.

    Saat memasuki dunia kerja dan melakukan wawancara dengan perusahaan, pertanyaan utama yang diajukan bukanlah, “kamu berasal daru PTN mana?” Tapi yang lebih penting adalah pertanyaan “Kemampuan dan kontribusi apa yang bisa kamu berikan untuk kemajuan perusahaan?”

    So, apabila kamu sudah berusaha keras untuk masuk PTN namun hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan, tidak usah minder dan merasa kecewa berkepanjangan. Kuliah di PTS, asal kamu punya niatu ntuk belajar dengan sebaiknya, Keberhasilan itu bisa diraih (Baca: Tips Memilih PTS).
Source : Tabloid News

TIPS MEMILIH PTS


Format Education - Saat ini ada ribuan perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia. Memilih satu dari sekian banyak tentu akan sulit. Tetapi, ada beberapa indikator yang perlu diperhatikan.

Akreditasi

Wakil Rektor Universitas Tarumanagara (Untar) bidang Keuangan dan Pemasaran, Chairy, menjelaskan, aspek utama yang perlu dicek siswa dalam memilih kampus swasta adalah akreditasi.

"Sebaiknya calon mahasiswa memilih PTS dengan akreditasi A. Minimal B. Di bawah itu saya tidak rekomendasikan," kata Chairy ketika berbincang dengan Okezone belum lama ini.

Dengan melihat akreditasi, kata Chairy, sebenarnya sudah mencakup semua kebutuhan calon mahasiswa. Pasalnya, akreditasi menilai jumlah kecukupan dosen dan perbandingannya dengan mahasiswa.

"Jika jumlah dosen kurang, maka akreditasi tidak akan maksimal. Begitu juga jika fasilitas tidak memadai," imbuhnya.

Fasilitas kampus

Kemudian, untuk lebih yakin, datangilah kampusnya. Chairy menyarankan calon mahasiswa untuk melihat berbagai fasilitas yang ada di kampus tujuan seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan hingga fasilitas umum.

"Kalau lagi ada kuliah, bisa juga lihat perkuliahan yang mereka selenggarakan. Tentu minta didampingi staf kantor admisi," tuturnya.

Lingkungan sekitar

Hal lain yang perlu dilakukan calon mahasiswa adalah melihat lingkungan sekitar kampus tujuan. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian adalah kondisi sosial masyarakat serta keamanan dan kenyamanan di sekitar kampus.

Rekomendasi

Selain mencari berbagai informasi tentang kampus tujuan di internet, Chairy menilai rekomendasi orang sekitar juga cukup membantu calon mahasiswa menentukan pilihan. Dia melihat, saat ini promosi dari mulut ke mulut masih cukup kuat.

"Tanya ke orangtua, kakak, saudara, teman, famili tentang reputasi perguruan tinggi yang ingin dipilih. Itu bisa juga jadi acuan," tuturnya.

Sabar

Nah, faktor ini juga penting. Sebab, kata Chairy, terkadang perburuan kampus idaman ini butuh waktu, apalagi jika kita harus mendatanginya satu per satu sebelum menetapkan pilihan.

"Biasanya anak SMA itu hanya punya beberapa pertimbangan kampus. Kalau itu semua di satu kota, tentu bisa mudah didatangi," ujarnya.

Source : Okezone.com

JALUR MASUK PTN

Format Education – Menjadi mahasiswa adalah impian sebagian pelajar yang sudah menyelesaikan pendidikan dengan seragam putih abu. Bisa melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Negeri yang diinginkan adalah impian besar lainya. Impian-impian ini bisa terwujud melalui beberapa jalur yang diselenggarakan oleh pemerintah bagi seluruh pelajar diindonesia.
1.SNMPTN
    Melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang dilakukan oleh setiap PTN menggunakan sistem nasional terpadu berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik siswa disekolah. Cara ini tidak memungut biaya seleksi kepada siswa yang mengikutinya. Melalui jalur ini, siswa dapat memilih maksimal 2 PTN dengan 1 PTN harus berada diprovinsi yang sama dengan SMA asalnya. Jika hanya memilih satu PTN, maka pilihan bisa kepada PTN diprovinsi manapun. Siswa dapat memilih maksimal 3 program studi dengan ketentuan satu PTN maksimal 2 program studi. Urutan ini didasarkan pada prioritas (sumber : http://snmptn.ac.id )
 

2. SBMPTN
    Melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Jalur ini merupakan ujian tertulis secara nasional yang mencakup potensi akademik, penguasaan bidang studi dasar, bidang sains dan tekhnologi (Saintek) atau bidang sosial dan humaniora (Soshum). Siswa yang memilih program studi ilmu seni atau keolahragaan diwajibkan mengikuti Ujian Keterampilan. 
(sumber : http://sbmptn.or.id )

3. UM
    Melalui Ujian Mandiri (UM). Ujian ini merupakan jalur yang hanya disediakan oleh beberapa PTN tertentu saja. Pada ujian ini biaya ditanggung oleh peserta seleksi. Ujian Mandiri pada 1 PTN akan berbeda dengan PTN lainya. Ujian ini berada dibawah tanggung jawab rector PTN yang bersangkutan.

    Itulah tiga jalur yang disediakan oleh pemerintah untuk seluruh calon mahasiswa di Indonesia. Buat kalian yang berencana masuk ke Perguruan Tinggi Keislaman Negeri (PTKIN) kalian bisa mengikuti Jalur Masuk PTAIN. Keadaan finansial bukan lagi halangan bagi siapapun untuk bisa mengikuti ketiga jalur ini. Karena pemerintah menyediakan jalur bidik misi dengan berbagai ketentuan bagi calon mahasiswa yang bersangkutan. Info selengkapnya http://bidikmisi.dikti.go.id . Kini, menjadi mahasiswa bukan lagi sebatas mimpi, tapi juga bisa jadi kenyataan yang lebih indah dari harapan. Rebut kursimu, wujudkan impianmu.

Source : Tabloid News Edisi #82

IJAZAH SISWA DIBAGIKAN BULAN DEPAN

Format Education - Ijazah bagi siswa jenjang SMP, SMA/SMK di Kota Solo yang telah dinyatakan lulus ujian, menurut jadwal akan dibagikan maksimal pertengahan Juli 2015.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo sebelumnya telah menerima blangko ijazah dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
Sebanyak 16.086 eksemplar blangko ijasah diterima untuk jenjang SMA, SMALB, SMPLB dan SMP. Sedangkan blangko ijazah jenjang SMK sebanyak 8.007 eksemplar.

Sekretaris Panitia Ujian Nasional (UN) 2015 Kota Solo, Budi Setiono, mengatakan setelah blangko ijazah diterima, pihaknya segera mengecek blangko ijazah yang diterima untuk mengetahui ada tidaknya blangko yang cacat.

Selanjutnya Disdikpora akan merekap dan mengurutkan nomor seri ijazah terlebih dulu sebelum dibagikan ke masing-masing sekolah.
“Akan direkap untuk masing-masing jurusan baik yang SMA maupun SMK. Kalau SMA berati ada jurusan IPA, IPS dan bahasa. Kalau SMK meliputi banyak jurusan. Selanjutnya disesuaikan dengan nomor kode UN sekolah dan sesuai jumlah siswa yang lulus. Siswa yang diberi ijazah hanya siswa yang lulus saja,” ujarnya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya belum lama ini.

Disdikpora rencananya akan merekap dan mengecek blangko ijazah Senin 29 Juni 2015. Selanjutnya akan dilakukan sosialisasi ke sekolah terkait pengisian blangko ijazah serta pembagian blanko ijazah, Kamis 2 Juli 2015.
“Ijazah ditargetkan sampai ke tangan masing-masing siswa pertengahan Juli mendatang karena awal Juli baru diserahkan ke sekolah. Sekolah diharapkan menyelesaikan penulisan blangko ijazah dalan waktu maksimal tujuh hari,” ungkap dia.

Petugas dari setiap sekolah yang diberi tugas menulis blangko ijazah, terangnya, harus menulis dengan huruf yang jelas, tinta hitam yang tidak mudah luntur.
Ia minta bentuk tulisan di blangko ijazah tidak perlu divariasi berlebihan jika akhirnya justru membuat tulisan susah dibaca.
“Dari jumlah total blangko ijasah yang diterima Disdikpora Solo, dua persen diantaranya adalah blangko cadangan dari total jumlah peserta UN,” jelasnya.
Jika saat penulisan blangko ijazah ada kesalahan penulisan atau ditemukan blangko yang cacat, kata Budi, pihak sekolah harus membuat berita acara untuk dilaporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Nantinya Dinas Pendidikan akan menukar blangko yang rusak itu dengan blangko ijazah yang baru.

SECERCAH HARAPAN ANAK BURUH TANI INI KULIAH DI UGM

Format Education - Revina latifah, seorang putri dari pasangan suami istri Holidin dan Khotijah yang kini kuliah di Universitas bergengsi di Indonesia. ya penampilannya begitu sederhana, orangtuanya bekerja sebagai buruh kelap sawit di kalimantan, jauh dari orangtua sudah biasa, ya itulah Revina Latifah.

Kini, Revina hidup berdua dengan neneknya, karena orangtuanya merantau ke kalimantan untuk bekerja sebagai buruh tani kelapa sawit. Meskipun begitu, tetapi gadis wonosobo ini mempunyai semangat yang besar untuk kuliah di Unversitas Gadjah Mada (UGM).

Tentu saja, orang tuanya terpaksa pergi ke kalimantan, karena kondisi ekonomi keluarga yang buruk. Tidak ada lagi pilihan, kecuali menjadi buruh tani kelapa sawit di kalimantan demi menafkahi keluarganya.
Foto Revina dan neneknya (Source: dnaberita.com)

"Gimana lagi, di sini Bapak juga buruh tani. Penghasilannya hanya Rp550 ribu per bulan," ungkap Revina dilaman web UGM.
Bagi seorang Revina, kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan bukanlah menjadi kelemahan, melainkan menjadi cambuk dalam meraih prestasi. Hal itu, ia tbuktikan ketika duduk di bangku SMA Muhammadiyah I Wonosobo, di mana Revina selalu menduduki ranking pertama.
Tidak hanya itu, Revina pernah meraih juara III Olimpiade Geografi Nasional tahun 2014 yang diselenggarakan Fakultas Geografi UGM. Juara I Envi Camp region DIY-Jateng tahun 2014 bertema "Be Fun with Karst".
"Untuk OSN saya lolos seleksi di tingkat kabupaten dan provinsi namun gugur di Pelatnas. Kalau sekarang saya diterima di UGM mungkin karena saya sudah sering mengikuti lomba-lomba geografi, jadi saya merasa senang sekali," ungkapnya.

Revina mengaku sangat bersyukur diterima kuliah di UGM lewat jalur beasiswa bidikmisi. Dengan begitu, ia merasa bisa membantu meringankan beban hidup orangtuanya. Revina menuturkan, orangtuanya sangat senang manakala ia memberitahukan dirinya diterima kuliah di UGM. Bahkan orangtuanya, tak kuasa menahan haru karena ia kuliah dengan mendapat beasiswa bidikmisi.
"Mereka senang, malah orangtua saya hampir menangis waktu saya telepon. Ini kedua kali saya terima beasiswa bidikmisi, karena sewaktu SMA saya juga dapat," ucapnya.
Dengan beasiswa bidikmisi yang kedua ini, Revina berharap bisa mengulang prestasi terbaik saat duduk di bangku SMA. Setidaknya, kuliahnya di Fakultas Geografi UGM bisa berjalan lancar dan mampu mewujudkan cita-citanya.

"Semoga nanti ketika saya sudah diwisuda di UGM, saya ingin menjadi dosen, atau bekerja di Dinas Kehutanan," ujar gadis wonosobo tersebut.

Source: Okezone.com

PEMERINTAH KEMBALIKAN MASA KULIAH S1 JADI 7 TAHUN




Format Education - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) secepatnya merevisi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, mengatur masa kuliah sarjana atau Strata 1 (S1).

Staf Khusus Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki mengatakan Presiden Jokowi langsung menghubungi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) untuk menindaklanjuti tuntutan mahasiswa terkait masa kuliah dan uang kuliah tunggal. “Usai bertemu pimpinan BEM beberapa universitas, Presiden Jokowi menghubungi Menristek-Dikti, jadi sudah selesai,” katanya di Bina Graha, Kamis (21/5/2015).

"Permendikbud No 49/2014 yang mengatur masa kuliah sarjana maksimal lima tahun dianggap terlalu berat oleh mahasiswa. Karena itu, pemerintah akan mengembalikan masa kuliah sarjana menjadi tujuh tahun. "Menristek-Dikti juga akan mengubah peraturan menteri terkait uang kuliah tunggal agar dapat langsung diterapkan. “Memang Presiden langsung merespons apa yang menjadi tuntutan mahasiswa,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pasal 17 ayat (3) Permendikbud No. 49/2014 disebutkan masa studi terpakai bagi mahasiswa dengan beban belajar untuk sarjana selama empat sampai lima tahun,  dan satu setengah hingga empat tahun untuk program magister, program magister terapan dan program spesialis satu setelah menyelesaikan program sarjana.

Presiden Jokowi sebelumnya juga menemui BEM dari sejumlah universitas untuk makan malam bersama dan melakukan dialog.

JALUR MASUK PTAIN


Format Education – Khusus buat kalian yang telah lulus dari SMA sederajat atau Pesantren Mu’adalah ingin melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN)  kalian bisa mengikuti ketiga jalur yang ada dibawah ini:

1. SPAN PTKIN
SPAN-PTKIN merupakan pola seleksi nasional oleh Kementerian Agama untuk menyeleksi calon mahasiswa baru yang berprestasi akademik tinggi dari siswa-siswi SMA, SMK, MA, MAK, atau Pesantren Mu’adalah agar memperoleh pendidikan tinggi di Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), atau Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) di seluruh Indonesia berdasarkan nilai rapor dan prestasi lainnya. Biaya pelaksanaan SPAN-PTKIN ditanggung oleh pemerintah, sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran. Situs resmi : http://span-ptkin.ac.id/

2. UM-PTKIN
UM-PTKIN merupakan seleksi masuk  Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) di seluruh Indonesia melalui ujian tertulis yang dilaksanakan secara bersama dibawah koordinasi Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Situs resmi : http://um-ptain.ac.id/

3. UJIAN MANDIRI
Melalui Ujian Mandiri (UM). Ujian ini merupakan jalur yang hanya disediakan oleh beberapa PTN tertentu saja. Pada ujian ini biaya ditanggung oleh peserta seleksi. Ujian Mandiri pada 1 PTN akan berbeda dengan PTN lainya. Ujian ini berada dibawah tanggung jawab rektor PTN yang bersangkutan.



Gagal SNMPTN dan SBMPTN Masih Juga Belum Berhasil



From Fasih Radiana

Attention! Jangan merasa lelah untuk membaca postingan saya ini. Sebab terkadang, jalan kita memang butuh dengan proses yang begitu panjang.

Sebelumnya saya memang sudah sejak beberapa minggu lalu ingin menulis tentang ini, mungkin lebih tepatnya berbagi cerita soal ini. Bagi yang baru saja lulus jenjang Sekolah Menengah Akhir dan yang sederajat, pastilah pernah merasakan betapa perjuangan sekali untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Saya mulai dari diri saya sendiri. Sejak duduk di bangku kelas XI, saya sudah mencuri start untuk mencari informasi kesana-kemari soal perguruan tinggi. Kalau pada tahun 2012 disebut dengan SNMPTN Undangan, kalau tahun 2013 namanya berubah menjadi SNMPTN. Apa itu SNMPTN? Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri adalah salah satu cara untuk mendapatkan pendidikan lanjut di perguruan tinggi. Caranya? Melalui seleksi rapor dari semester satu sampai lima. Kalau pada tahun 2012, yang boleh mengikuti SNMPTN hanya mereka yang minimal ranking 10 besar, berbeda dengan tahun 2013 yang semua berhak memasukkan rapor mereka untuk diseleksi. Pada waktu itu, saya sudah giat mencari tahu lewat kakak angkatan. Sebelum murid-murid lain sempat memikirkan itu, saya sudah cari tahu caranya. Itu sebab mengapa saya menargetkan rapor saya dengan rata-rata setiap semester naik dan minimal ranking lima besar.

Ketika Tuhan berkehendak lain....
Target terpenuhi. Saya bisa mencapai rata-rata yang selalu meningkat dengan ranking yang stabil. Tapi ternyata di tahun 2013 semua bisa mengikuti SNMPTN ... saya tidak begitu mempersoalkan itu. Karena saya merasa nilai-nilai di rapor saya lebih baik. Otomatis saya lebih berpeluang besar untuk lolos seleksi. Ditambah lagi, saya memilih program studi yang memiliki passing grade tidak terlalu tinggi. Saya semakin yakin. Tapi pada saat pengumuman, saya mendapati tulisan "Anda tidak lolos." Betapa terkejutnya saya ... apalagi saya mendengar kabar bahwa teman-teman saya lolos. Dan yang lebih menyedihkan adalah mereka yang lolos ternyata tidak memiliki rapor lebih baik dari milik saya. Tentu saja saya bertanya-tanya mengapa bisa begitu? Saya memang jatuh, tapi saya mencari tahu penyebabnya. Saya siswi Sekolah Menengah Teknik dengan jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Tapi saya memilih program studi Ilmu Komunikasi dan Sastra Indonesia. Saya tidak terlalu menginginkan program studi pilihan pertama, tapi saya begitu yakin dengna pilihan kedua. Dengan alasan; tidak banyak yang tertarik pada dunia kesusastraan. Tapi setelah saya telurusi ternyata untuk siswa SMK akan langsung gugur ketika memilih untuk lintas jurusan. Jadi, seharusnya saya memilih Teknik Informatika atau Teknik Elektro. Kasusnya hampir sama dengan siswa SMA jurusan IPS yang mendaftar jurusan IPA. Kemungkinan diterima hanya sekian persen.

Di balik kegagalan saya....
Ada rasa kecewa. Wajar, tentu saja. Tapi seketika iman saya turun di tingkat paling rendah. Saya mencoba peruntungan lewat SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dengan pilihan program studi yang sama dengan sebelumnya. Saya hanya punya waktu kurang lebih 15 hari untuk mempelajari bahan ujian. Apalagi saya yang dari sekolah teknik tidak diberi pelajaran IPS. Tapi semaksimal mungkin saya berusaha untuk bangkit dari keterpurukan. Mungkin jalan saya emang bukan dari pintu pertama. Sebelumnya, saya rajin solat duha, tahajud, tadarus, bahkan puasa sunnah. Bukan karena saya mempunyai keinginan untuk lulus Ujian Nasional apalagi lolos SNMPTN ... itu murni karena saya ingin melakukannya. Tapi ketika niat awal saya benar, saya merasa terintimidasi dengan kegagalan saya di SNMPTN. Saya melihat mereka yang lolos bukanlah dari kalangan yang dekat dengan Allah. Tiba-tiba saya berpikir apa mungkin Allah menguji saya karena menganggap iman saya lebih baik dari mereka? Allah menganggap saya pasti bisa menerima takdir-Nya jauh lebih baik dari mereka yang lolos terlebih dahulu? Mengingat daya tampung jalur SNMPTN adalah 50%, saya semakin tidak percaya diri. Karena otomatis daya tampung melalui jalur-jalur selanjutnya lebih sedikit. Selama 15 hari itu pula saya ibadah sekenanya, bukan karena saya marah pada Allah. Bukan juga karena saya malas melakukannya. Tapi karena saya takut digagalkan kembali di pintu kedua. Saya takut Allah menganggap iman saya jauh lebih baik lalu menguji saya dengan ujian yang lebih berat. Sungguh, saya pun bingung apa yang merasuki otak saya sehingga berpikiran seperti itu.

Usaha lagi dan lagi....
Saya mengikuti ujian dengan yakin. Walaupun saya merasa belum siap, tapi saya tetap yakin akan rencana Allah yang begitu sempurna. Saya serahkan segalanya pada Penguasa Takdir. Pada mata ujian Kemampuan Dasar, yang saya andalkan adalah kemampuan bahasa, terutama bahasa indonesia. Tapi pada saat itu juga pikiran saya blank!Bagaimana mungkin saya bahkan hanya menyelesaikan 18 soal dari 60 soal. Tapi entah mengapa saya tetap yakin dengan keajaiban Allah. Saya begitu percaya dengan kehendak-Nya. Siang-malam saya selalu berdoa, "Ya Allah, jadikan UGM adalah yang terbaik untuk hamba." Iya. Pilihan pertama saya adalah kampus impian semua orang. Universitas Gajah Mada. Saya menyerahkan apa yang baik bagi saya pada Allah, tapi bisakah anda lihat doa saya?
Kegagalan yang kedua....
Tiba saat pengumuman. Saya betul-betul berharap kali ini Allah mengijabah doa saya. Saya masih ingat, saya membuka pengumuman saat sedang reuni dengan teman-teman SMP saya. Lalu hasilnya, "Anda tidak diterima." Ah, saya lupa bagaimana tulisannya. Yang jelas intinya saya ditolak kembali. Lalu giliran teman saya yang membukanya. Yaps! Teman saya diterima. Lalu apa katanya? "Yah, kok di pilihan kedua? Tapi kok bisa keterima ya? Padahal aku sama sekali nggak belajar, hehehe." Betapa sakitnya hati saya. Saya kembali bertanya-tanya pada Allah. Ada apa ini? Mengapa bisa begitu? Lalu banyak SMS masuk ke ponsel saya menanyakan hasil ujian itu. Saya hanya bisa minta maaf dalam hati pada orang tua saya. Bahwa saya belum berhasil. Orang tua saya hanya memberi semangat dan memotivasi saya, mungkin jalan saya bukan lewat SBMPTN. Iya, saya begitu hafal teorinya. Bahkan saya masih bisa tersenyum saat kegagalan kedua ada dalam genggaman saya.

Saya menangis....
Sesampainya di rumah, saya merebahkan tubuh. Masih dengan pertanyaan yang sama, apa penyebab saya gagal? Tiga hari saya merenung, mengasingkan diri. Saya bahkan menangis tersedu-sedu. Bukan karena kegagalan itu sendiri, tapi apa penyebab dari kegagalan itu. Lalu Ayah saya menelepon, "Sudah mengaji, Nak?" Belum, jawab saya. "Loh, sudah hari kedua puasa, masak belum tadarus sama sekali?" Tiba-tiba seperti ada yang menelusup dalam rongga dada saya, apa mungkin saya lupa hakikat kehidupan? Apa mungkin saya terlalu ke-duniawi-an?

Tuhan memberi jawaban....
Setelah saya runut kembali ... iya, saya memang kecewa. Bagaimana tidak? Saya bahkan menyiapkan amunisi lebih dulu dibanding yang lain. Saya ikhtiar lebih dulu dari mereka. Saya berdoa lebih sering dari mereka. Lalu di mana letak keadilannya? Saya tidak marah. Saya hanya bertanya pada diri saya, di mana letak kesalahannya. Ternyata ada yang bergeser. Niat saya beribadah pada Allah ... yang semula niat itu baik menjadi suatu yang salah karena saya menghentikan beberapa di antaranya hanya karena takut diuji. Betapa bodohnya saya. Tapi Allah membuka jalan, membersihkan pikiran, dan menjernihkan hati saya. Saya mulai bangkit dalam segala hal. Termasuk menaikkan kembali iman saya yang sudah berada di ujung tanduk. Seketika Allah seperti membuka lebar-lebar mata saya. Masih ada pintu lain, masih ada jalan lain. Saat itu masih ada Ujian Mandiri UGM, Seleksi Mandiri UNY, dan seleksi lainnya di universitas lain. Saya juga mulia memikirkan untuk mengambil cadangan universitas swasta yang tadinya saya enggan meliriknya sedikit pun karena biaya yang terbilang mahal.

Tuhan memberi saya ketenangan, lalu jalan terbuka begitu lebar di hadapan saya....
Entah mengapa, saya melewatkan UM UGM, saya tidak lagi menginginkan universitas itu. Saya melirik universitas sebelah. Universitas Negeri Yogyakarta. Saya berencana mengikuti seleksi mandiri yang diadakan pada tanggal 21 Juli 2013. Waktu itu, saya sudah mendiskusikan juga soal universitas swasta. Saya memilih Universitas Islam Indonesia prodi manajemen. Atau Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan prodi yang sama. Tapi saya juga mencari celah lain, ada Universitas Brawijaya, dan universitas Padjajaran. Semua kandas karena Ibu tidak mengizinkan saya kuliah di luar kota. Itu artinya saya hanya punya satu jalan untuk universitas negeri kan? Tapi lagi-lagi, tiba-tiba Allah memberi saya jalan. Universitas Islam Negeri adalah salah satu universitas yang (tidak akan) saya lirik, sedikit pun. Tapi ada yang menggugah perasaan saya. Saya seperti hilang ingatan. Bukankah saya pernah bercita-cita menjadi guru agama? Lalu kalau bukan di UIN, di mana lagi tempatnya? Saya mulai mencari informasi. Ternyata masih dibuka jalur reguler. Tapi Allah belum selesai sampai di situ. Allah menyadarkan saya banyak hal. Salah satunya soal tujuan saya. Mengapa setiap universitas berbeda program studi yang saya pilih?

Tuhan memberi ketetapan hati....
Saya sudah membayar Seleksi Mandiri UNY dengan prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia. Saya juga sudah menetapkan pilihan untuk mengambil program studi Pendidikan Agama Islam di UIN. Bukan hanya itu, saya mendapat solusi lebih hebat. Saya mengambil cadangan swasta Pendidikan Agama Islam juga. Apanya yang hebat? Saya sadar betul, bahwa pilihan prodi yang sebelumnya yaitu manajemen adalah pilihan yang bukan dari hati saya. Itu hanya pilihan buangan agar saya tidak jadi pengangguran (yang penting kuliah). Selain pendidikan agama islam adalah salah satu passion saya, biayanya pun lebih murah, dan peminat lebih sedikit. Saya begitu tenang. Saya masih punya kesempatan. Sekarang, saya punya tiga jalan yang entah yang mana jalan terbaik untuk saya. UNY, UIN, atau UII.

Lagi-lagi, Saya dilema!
Belum selesai sampai di situ. Ayah saya tiba-tiba mengajak saya berdiskusi soal banyak hal. Dan menemui konklusi yang belum bisa menjadi kesimpulan. Saya malah dibuat bingung. Saya sudah mendaftar UNY sastra dan bahasa indonesia kan? Tapi ayah mengingatkan saya prodi yang satu ini. Teknik Kecantikan dan Tata Rias. Saya memang sempat ingin (banget sih) masuk di dunia seni, khususnya tata rias. Tapi saya tidak memprioritaskan prodi itu karena di UNY, prodi tata rias hanya sebatas Diploma 3. Tapi satu pernyataan ayah saya yang membuat saya memikirkannya kembali, "Yang penting skill-mu, keahlianmu. Kalau kamu udah ahli, banyak orang mencari kamu. Banyak di luar sana sarjana pengangguran." Saya tidak menelan pernyataan itu mentah-mentah. Walaupun ayah saya tidak memaksa saya untuk memilih prodi yang mana, saya tentu saja tetap dilanda dilema luar biasa. Sastra dan kecantikan adalah dua hal yang seimbang. Seandainya saya bisa memilih keduanya. Tapi ternyata hidup hanya mengizinkan saya memilih salah satunya. Karena ujian S1 bersamaan dengan D3. Otomatis saya harus memilih. S1 - sastra indonesia atau D3 - tata rias. Saya mencoba solat istikhoroh. Tidak hanya itu, saya mencari pendapat kesana-kemari. Tapi hasil yang saya dapatkan semua orang memilih satu prodi yang sama. S1 - Sastra Indonesia. Pertama, karena saya memang sudah berkecimpung dalam dunia tulis-menulis. Kedua, Sastra Indonesia adalah S1.

Pengambilan Keputusan....
Setelah istikhoroh, saya belum juga menemui jawabannya. Saya melakukan solat istikhoroh untuk kedua kalinya. Saya pun tidak berhenti mencari pandangan dan pendapat dari kerabat, teman, guru, dan orang-orang di sekitar saya. Saya menemui satu orang, hanya satu orang ini saja yang memilih prodi tata rias. Tapi saya tidak menerima itu begitu saja, saya terus mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan. "Kenapa tata rias?" "Karena itu passion-mu." "Ah, sastra juga passion-ku." "Ya karena kalau cuma mau nulis aja kamu nggak perlu kuliah kan?" "Kalau mau kecantikan, saya juga bisa kursus. Kenapa mesti kuliah?" "Yaudah, kamu ambil sastra aja kalo gitu." "Kok jadi berubah pikiran?" "Ya kamu dikasih pendapat malah tanya terus...." Tahukah? Sebenarnya saya berhenti di titik ini. Setelah saya bertanya pada satu orang ini, saya tidak mau bertanya lagi pada yang lain. Iya, sebenarnya saya sudah tahu pilihan hati saya. Saya hanya mencari dan terus mencari pendapat mana yang menyetujui saya untuk prodi tata rias. Lalu mengapa saya terus bertanya seolah saya tidak percaya pada pendapatnya? Itu hanya untuk memastikan bahwa saya benar-benar memilih prodi tata rias sebagai jalan saya. Tapi saya belum selesai sampai di situ. Saya solat istikhoroh untuk ketiga kalinya. Sebenarnya ada hal-hal yang membuat saya dilema berat.

Begini ... kalau saya mengambil S1 bahasa dan sastra, maka peluang lolos lebih besar karena saya punya dua pilihan prodi. Selain itu memang benar gelarnya adalah sarjana. Saya juga suka dengan bidang itu. Kalau saya mengambil D3 teknik kecantikan dan tata rias tentu saja hanya ada satu pilihan, dan lagi selama ini saya hanya begitu tertarik dan mempelajari secara autodidak, itu pun saya pelajari tidak seberapa banyak. Sedikit sekali. Dan selain itu ... hanya Diploma! Ah. Tapi tahukah? Saya bahkan tahu betul hati saya condong pada prodi yang lebih banyak saya temui kekurangannya ini....

Saya temukan kuncinya!
Ikhtiar. Kata seorang sahabat, kita ini hanya bisa membuka jalan. Berencana. Iya, lalu kehendak tetap ada pada Allah. Pasrah. Bukan pasrah yang sebatas di bibir. Tapi betul-betul menyerahkan dan mengembalikan segala urusan pada Allah semata. Tahukah? Saya begitu takut dan gemetar pada saat SNMPTN dan SBMPTN. Dalam doa selalu saja pasrah yang memaksa. Pasrah meminta terbaik tapi dalam hati paling dalam ... ada kecondongan untuk memilih yang mana. Ikhlas.Berlapang dada dengan segala keputusan Allah nantinya. Saya benar-benar menerapkan itu semua, bukan hanya sebatas teori. Lalu apa hasilnya? Saya begitu diberi ketenangan. Saya betul-betul berada pada posisi paling nyaman. Bahwa selama ini kita kurang pasrah, kita kurang ikhlas. Kita kurang percaya pada kehendak Allah.
Hikmah yang mengubah segala sudut pandang dan pola pikir saya....

Bahwa selama ini saya hanya tertipu oleh kilaunya dunia. Bahkan saya sama sekali tidak tahu, sama sekali tidak pernah terbesit dalam benak untuk prodi pilihan pertama yaitu Ilmu Komunikasi UGM. Ternyata semua hanya ilusi. Hanya karena faktor-faktor seperti ... gengsi, hasrat dunia, kebanggaan sementara, dan hal-hal sejenis itu. Saya hanya sibuk dengan pikiran saya yang terdoktrin bahwa saya akan sangat kehilangan harga diri kalau gagal masuk universitas nomor satu di Indonesia itu. Siapa yang tidak bangga bisa menuntut ilmu di UGM? Ah, saya bahkan sempat berpikir betapa malunya saya dan orang tua jika tidak berhasil menjadi mahasiswi UGM. padahal si A, B, C saja bisa! Ternyata ada hal-hal yang bisa menghalangi jalan terbaik menurut Allah ketika kita bersikukuh untuk berada di tempat yang kita inginkan. Apalagi saya tahu banyak dari mereka yang berhasil lolos UGM dengan kapasitas otak yang saya rasa saya lebih mumpuni dari mereka. Dan saya yakin tidak sedikit dari kalian merasakan hal yang sama. Apalagi ini hanya karena faktor alamamater saya yang berlatar belakang SMK. Betapa tidak adilnya ... Tapi Allah mengembalikan saya. Allah menampar-nampar wajah saya. Itu mengapa saya begitu beryukur tidak pernah luput berdoa, "Ingatkan saya ketika saya mulai salah arah, peringatkan saya dengan keras ketika saya mulai salah arah." Lalu, kalau saya betul-betul menginginkannya mengapa saya melepas Ujian Mandiri UGM? Justru memilih Universitas Negeri Yogyakarta? Bahwa Allah selalu memberi petunjuk bagi orang-orang yang ingin petunjuk dari-Nya.

Banyak orang-orang mendoakan saya begini sebelum saya melaksanakan ujian UNY, "Semoga lolos UNY ya!" Betapa terkejutnya mereka ketika saya menjawab, "Semoga saya diberi hasil terbaik oleh Allah. Kalau memang jalannya, inshaAllah bisa." Dalam benak saya, bukan saya sok alim, bukan sama sekali. Saya betul-betul takut salah langkah. Saya betul-betul takut. Pada waktu itu saya sama sekali tidak condong dengan pilihan UNY, UIN, atau UII. Di mana pun saya nanti, itulah jalan terbaik untuk saya bagi Allah. Bahwa Allah mengetahui apa yang tidak saya ketahui. Dan boleh percaya atau tidak, betapa bersyukurnya saya dengan kejadian-kejadian beberapa bulan terakhir. Kalau kalian mau mendapatkan ketenangan dan ketentraman hati, sungguh, dunia akan datang padamu ketika kamu dekat dengan Tuhanmu.

Satu lagi! Mungkin benar kata Mario Teguh. Jadikan dirimu penasihat bagi sesamamu, maka Tuhan akan mengujimu dengan nasihatmu sendiri. Percayalah, itu nyata. Saya memang sempat berpikir, apa Allah memberi saya jalan seperti ini agar akhirnya bisa saya jadikan motivasi yang mungkin berguna bagi orang lain. Dan ... jadilah tulisan sepanjang ini; sepanjang jalan saya yang begitu berliku ;)
Salam,

Fasih Radiana http://fasihradiana.blogspot.com/

Jika kalian punya kisah inspiratif seperti diatas atau yang lainya jika ingin dishare diformat education, silahkan cek about dimenu bar.


Tips Memilih Jurusan Kuliah


Format Education – Memilih jurusan/program studi tidaklah mudah. Perlu pertimbangan khusus. Pertimbangan tersebut meliputi minat anda terhadap jurusan/program tersebut sampai dengan peluang didunia kerja.

            Pilihlah jurusan yang sesuai minat anda supaya anda tidak mendapatkan kesulitan saat kuliah. Selain itu, pilih juga jurusan yang mempunyai kesempatan banyak dalam dunia kerja atau pekerjaan yang anda inginkan. Jangan memaksakan diri untuk memilih jurusan yang diluar jangkauan anda. Misalnya, kemampuan anda kurang tetapi malah memilih jurusan kedokteran, hal itu tentunya akan menyulitkan anda dalam bangku kuliah.

Berikut adalah beberapa tips memilih jurusan kuliah yang baik.

Menyesuaikan Cita-cita, Minat, dan Bakat

Setiap orang pasti memiliki cita-citanya sendiri, oleh karena itu carilah jurusan yang dapat membawa anda menuju profesi atau pekerjaan sesuai keinginan dan kemampuan anda. Janganlah sampai salah jurusan. Misalnya cita-cita, minat, dan bakat anda adalah seorang programmer computer, maka jangan pilih jurusan pertanian.

Informasi

Carilah informasi sebanyak mungkin sebagai bahan anda untuk mempertimbangkan pilihan jurusan yang terbaik untuk anda. Informasi itu terkait dengan mata kuliah, lama tempuh pendidikan, dan prospek kerja setelah lulus. Carilah informasi sebanyak mungkin, tetapi jangan mudah terpengaruh oleh orang lain atau jangan mencoba untuk ikut-ikutan teman karena ini menyangkut kehidupan anda kelak.

Lokasi dan Biaya

Lokasi dan biaya merupakan salah satu factor penting dalam menempuh pendidikan kuliah. Bagi masyarakat yang kemampuan ekonominya menengah kebawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan. Jika dana yang hanya anda miliki hanya terbatas maka usahakanlah memilih loksi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau jika diluar kota, pilihlah lokasi luar kota yang memiliki tanggungan hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikanya tidak terlalu tinggi. Anda juga dapat mencari beasiswa. Ingat bahwa uang bukanlah penghambat dalam mencari ilmu.

Daya Tampung Jurusan

Jangan terlalu terobsesi dengan jurusan paling favorit diperguruan tinggi paling favorit. Kita harus optimis tetapi jangan terlalu terobsesi. Alangkah baiknya, pilih satu jurusan yang favorit tersebut, tetapi pilihan keduanya adalah pilihan yang memiliki banyak peluang anda untuk masuk jurusan tersebut. Tetapi jurusan  tersebut juga harus memperhatikan minat, bakat, serta karir/pekerjaan.

Karir dan Pekerjaan

Jurusan yang anda pilih harus memiliki prospek kari dan pekerjaan yang menjajikan dimasa depan. Misalnya, jurusan ekonomi memiliki banyak pilihan karir diperusahaan-perusahaan besar maupun dipemnda, kementrian, dan lembaga-lembaga pemerintahan. Tetapi, percayalah bahwa pengalaman sangat menentukan dalam mencari pekerjaan. Proses rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetisi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang anda ambil sah-sah saja.

Source : Buku Prediksi SBMPTN “Genius”












Geschool


Format Education – Setelah sebelumnya ForEdu telah membahas sarana belajar online seperti Zenius Multimedia Learning, Berbagi dan Belajar, dan Ciamismart. Nah kali ini ForEdu akan bahas media belajar online selanjtnya yaitu Geschool.net. simak baik-baik ya J

Review Geschool


Geschool merupakan jejaring sosial edukasi berbasis pelajaran online yang didalamnya banyak banget fitur-fitur yang disuguhkan buat kalian mulai dari membaca buku, latihan soal, update status, komentar, nulis catatan-catatan penting, kirim foto, chat, dan masih banyak banget sobat format, pokoknya gak jauh beda sama facebook.
Geschool pun sifatnya terbuka, dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja, dimana saja, oleh gadget kalian tercinta. Dengan url http://geschool.net materi pelajaran juga lengkap dari SD, SMP. Sampai SMA.
Geschool.net dengan tagline “karena hidup sesungguhnya adalah belajar”

Fitur Geschool
·         Gebook (untuk mempelajari teori alias baca buku)
  • Getube (mempelajari konsep matematika dan pembahasan soal-soal)
  • Getrol (berlatih soa-soal)
  • Geradio
  • Getop
  • Game
  • Chat (untuk obrolan plus bisa kenalan sama teman baru)
  • Update Status
  • Dan fitur-fitur lainya

Tingkatan pada Geschool


Sama seperti disekolah ada tingkatan kelasnya, disini nih yang bikin geschool menarik, karena jika kalian ingin naik tingkatan, kalian harus menyelesaikan misi yang diberikan geschool kepada kalian, wiih keren kaya ninja aja :D. Pokoknya kalian harus mencapai poin yang ditentukan oleh geschool, tiap tingkatan berbeda. Nah cara dapat poinya gampang-gampang susah, untuk tingkatan awal sih gampang, pokoknya update status, nambah teman, komentar, upload foto, baca buku, latihan soal bisa jadi poin, wiih keren 8). Berikut tingkatan pada geschool
Siswa:
  1. Playgroup (Bintang *)
  2. Elementary (Bintang **)
  3. Tenager (Bintang ***)
  4. Geschooler (Bintang ****)
  5. Magister (Bintang *****)
  6. Doctor (Bintang ******)
  7. Professor (Bintang *******)

Guru:
  1. Tutor (Bintang *)
  2. Guru (Bintang **)
  3. Professor (Bintang ***)
  4. Lecture (Bintang ****)

Pendiri Geschool
Bapak Rio Winanda Tanjung

Pokoknya masih banyak deh fitur-fitur menarik lainya yang gak bisa ForEdu jelaskan, lebih baik kalian yang membuktikan biar penasaran :D. Oh iya biasanya suka ada event juga loh dari geschool, suka ada perlombaan se Indonesia, lumayan tuh kalau kalian menang selain dapat hadiah, kalian juga bisa membawa nama baik sekolah kalian. Duh mending daftar sekarang juga ya di http://geschool.net biar kalian jadi Geschooler, dijamin gak bakal nyesel.


Cukup sekian saja sobat format tentang tips belajar online nya, jika ada yang salah silahkan koreksi ya, maklum admin juga manusia hehe, oh iya buat yang mau request tempat bimbel online lainya juga silahkan, insya alloh akan admin share.

Ciamismart



Format Education – Sebelumnya ForEdu telah membahas sarana bimbel online nya diantaranya Zenius Multimedia Learning, dan Berbagi dan Belajar. Nah sekarang lanjut lagi bahas tempat belajar online lainya yaitu “Ciamismart”.

Ciamismart itu apa?

            Sama seperti media belajar lainya, ciamismart juga merupakan website e-learning yang bisa kalian gunakan untuk belajar, dengan syarat kalian harus mendaftarkan diri dulu diwebsitenya supaya kalian bisa mengakses materi yang kalian inginkan. Daftarnya gampang kok, ga ribet-ribet amat, asalkan kalian punya e-mail, kalian bisa deh langsung daftar diciamismart.

Ciamismart alias Ciamis Pintar dengan URL: http://www.ciamismart.com “Belajar Lebih Mudah dan Menyenangkan”

Ada materi apa saja di Ciamismart?

            Kurang lebih ada 15 materi yang bisa kalian pelajari di Ciamismart diantaranya:
  1. Seni Budaya
  2. Ekonomi
  3. Sejarah
  4. Geografi
  5. Kimia
  6. Fisika
  7. Biologi
  8. Prakarya dan Kewirausahaan
  9. Pendidikan Jasmani
  10. Bahasa Inggris
  11. Sejarah
  12. Matematika
  13. Bahasa Indonesia
  14. Pemrograman Web
  15. Pendidikan Agama


Siapa pendiri Ciamismart?

            Website E-Learning ini, asli Made in Ciamis. Tentu saja pendirinya juga orang ciamis. Adalah Bapak Agus Irawan, Beliau adalah salah satu guru yang mengajar Pemrograman Web di SMA Informatika Ciamis, dan guru TIK di SMAN 3 Ciamis.

Fitur di Ciamismart?

•  Materi Pelajaran
•  Diskusi, dan
•  Informasi Pendidikan

Oke siip, bagaiman masih kurang jelas? Mau lebih jelas? Gampang kok kunjungi aja web nya. Karena ciamismart dapat diakses dimana saja dan kapan saja dengan gadget kam tentunya.


            Nah segitu saja pemirsa bahasan kali ini mengenai tips belajar dan informasinya. Baca juga ya tempat bimbel online lain, diantaranya Zenius Multimedia Learning, Berbagi dan Belajar. Nantikan juga tempat bimbel online lainya karena masih ada yang akan dibahas oleh Format Education, tetep stay aja ya :)

Berbagi dan Belajar


Format Education -  Setelah kemarin kita membahas Zenius Multimedia Learning, kali ini Format Education akan membahas “Berbagi dan Belajar” dengan Link Blog http://pak-anang.blogspot.com . yaps Blog gebrakan pak anang ini memang selalu menjadi incaran para visitor yang ingin belajar, bagaimana tidak, karena disana terdapat beberapa latihan dan pembahasan soal seperti Ujian Nasional SMP, SMA/SMK, Latihan soal OSN. juga pembahasan soal Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan juga ada terdapat beberapa latihan ujian buat ujian mandiri PTN, sebut saja seperti Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI), Ujian Seleksi Masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negeri (USM STAN).

            Berbagi dan Belajar juga sangat efisien buat kalian yang mau coba belajar lebih ekstra, caranya juga gampang karena “Berbagi dan Belajar” bisa diakses dimana saja dan kapan saja dengan gadget kalian. Hanya saja disana tidak dalam media video seperti Zenius Multimedia Learning, melainkan dalam versi PDF yang bisa kalian download secara gratis..tis..tis.

            Meskipun disana terdapat kata “Bocoran” tapi itu dalam tanda kutip ya..karena menurut admin kata bocoran itu lebih menitik beratkan kepada Prediksi soal yang akan keluar. Jadi kalian jangan terlalu terpaku juga.


Yaps, itulah web bimbel online yang kali ini kita bahas, baca juga tentang bimbel online lainya Zenius Multimedia Learning. Jika kalian mau menambahkan atau ada yang kurang paham, silahkan berkomentar dengan bahasa yang baik dan benar tentunya. Nantikan juga tempat bimbel onlinenya karena masih ada lagi yang akan dibahas oleh Format Education, tetap still waiting dan stay ya di Format Education J

Zenius Multimedia Learning


Format Education - Zenius Multimedia Learning adalah website tempat kamu belajar apapun secara online dalam bentuk video mulai dari pelajaran SD, SMP, SMA, termasuk persiapan untuk Ujian Nasional (UN) ataupun Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri(SBMPTN).

            Nah Sobat Format kalian juga bisa lihat beberapa testimony orang lain yang udah pake Zenius buat belajar. Jika kalian malas mengikuti les/privat, Zenius lah solusinya. Karena disana kamu akan belajar dengan media video sehingga kamu tidak akan mudah jenuh dan bosan untuk belajar. Intinya sih kaya belajar seperti dikelas dan serasa dekat dengan guru yang menerangkanya, So.. buruan buka situs resminya daripada penasaran di http://zenius.net dan cepat belajar.

Testimon yang pake zenius
            Kalau kamu udah masuk ke zenius kalian pasti akan tercengang, karena disana banyak banget dan begitu lengkap dengan konten videonya, hanya dengan 150 Ribu/bulan atau 200 Ribu/bulan atau 300 Ribu/6 bulan atau 375 Ribu/9 Bulan kamu bisa belajar dimana saja dan kapan saja dengan gadget kamu, konten gratisnya pun juga ada,belajarnya pun mudah kalian cuman tinggal melihat dan mendengarkan video dengan baik, dan benar.


Tidak ada kata terlambat buat belajar sobat Format.

            Silahkan ya kalian buka situs resminya di http://zenius.net . karena zenius.net merupakan solusi yang sangat efisien buat kalian yang mau bimbel online. mudah-mudahan Format Education juga bisa kaya zenius juga ya dimasa yang akan datang,hehe. Dukung terus juga ya, Format Education :) ,

Cukup sekian saja informasi mengenai informasi tips belajar kali ini, nantikan kelanjutanya karena gak cuman dizenius tempat belajar online masih banyak loh... tetep terus pantengin dan stay ya di Format Education. silahkan berkomentar dengan bahasa yang baik dan benar.


Followers