Latest Updates

11 istilah Penting Dalam Dunia Perkuliahan yang Wajib Kamu Ketahui!

Format Education - Ketika kamu menjadi mahasiswa baru pertama masuk kuliah mungkin kalian akan sedikit bingung dengan istilah-istilah yang ada dikampus. berikut infonya:

1. SKS (Satuan Kredit Semester)
SKS adalah singkatan dari Satuan Kredit Semester. Tidak seperti di SMA di mana semua pelajaran sudah dipaketkan hingga lulus, di perguruan tinggi, dengan SKS memungkinkan mahasiswa memilih sendiri mata kuliah yang akan diambil dalam satu semester. Tapi, untuk mahasiswa baru di kampus ini, saat semester pertama biasanya sudah diberikan satu paket mata kuliah, antara 21-23 SKS. Untuk lulus hingga S-1, Anda membutuhkan sekira 144-160 SKS, sementara untuk program diploma diperlukan 110-120 SKS. Setiap mata kuliah memiliki bobot SKS berbeda. Ada mata kuliah yang berbobot satu, dua, tiga, maupun empat SKS. Berdasarkan kebijakan yang ada disini, biaya yang harus dikeluarkan nantinya tidak berdasarkan per SKS, so, baik sedikit atau banyak mata kuliah yang diambil biayanya sama untuk satu angkatan tiap semester. Jumlah SKS yang dapat diambil masing-masing mahasiswa di tiap semester juga bisa jadi tidak sama, mulai 16 hingga 24 SKS. Batasan yang diberikan pihak kampus mengenai SKS yang harus diambil tiap semester berkaitan erat dengan Indeks Prestasi Semester (IPS) yang Anda raih di semester sebelumnya.

2. KRS (Kartu Rencana Studi)
 Apa itu KRS? KRS adalah singkatan dari Kartu Rencana Studi. Umumnya, seluruh perguruan tinggi di Indonesia memakai istilah ini, namun adapula yang menyebut Kartu Perencanaan Studi Mahasiswa (KPSM) maupun Formulir Rencana Studi (FRS). KRS merupakan rekaman mengenai mata kuliah yang diambil dalam satu semester. Anda dapat merencanakan sendiri mata kuliah yang akan kamu ambil di semester tersebut dengan berkonsultasi dengan dosen wali atau Dosen Penasehat Akademik. Di beberapa perguruan tinggi saat ini, KRS berbentuk lembaran kertas formulir konvensional, online, atau kombinasi keduanya. KRS manual atau konvensional yang telah disetujui oleh dosen wali dapat segera kamu berikan ke sekretariat maupun Biro Administrasi dan Akademik Kemahasiswaan (BAAK). Sementara untuk yang menggunakan sistem online, kamu hanya perlu memasukan KRS manual ke akun kemahasiswaan milikmu sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Nah, di kampus ini, KRS menggunakan sistem online, caranya, ikuti nanti saat presentasi pengenalan kampus bagi mahasiswa baru.

3. Dosen Wali
Di beberapa perguruan tinggi di Indonesia juga menggunakan istilah Dosen Wali, dan di sebagian yang lain menggunakan istilah Dosen Penasehat Akademik. Pada dasarnya sama saja, Dosen Wali atau Penasehat Akademik memiliki tugas yang sama, mereka adalah dosen yang ditunjuk oleh pihak kampus sebagai pembimbing bagi mahasiswa mengenai permasalahan yang dihadapi mahasiswa selama aktif studi, juga memberi saran dan pertimbangan mengenai apa saja mata kuliah yang seharusnya diambil pada semester aktif.

4. IPS (Indeks Prestasi Semester)
Indeks Prestasi Semester atau IPS, atau cukup disingkat dengan IP, ini adalah hasil rerata nilai prestasi tiap-tiap mata kuliah dalam satu semester. IP bisa dilihat di Kartu Hasil Studi atau KHS, yaitu seperti raport semesteran mirip seperti saat sekolah SMA dulu, hanya saja bentuknya yang berbeda berupa selembar kertas berisi nilai huruf yang dikeluarkan pihak kampus. 

5. IPK (Indeks Prestasi Kumulatif)
IPK, singkatan dari Indeks Prestasi Kumulatif, berisi catatan prestasi tiap-tiap mata kuliah selama menempuh studi, dari semester pertama sampai terakhir. Ibarat nilai rapor saat duduk di bangku SMA. Nilai IPK mulai dari 1,00 (satu koma nol nol) hingga 4,00 (empat koma nol nol). Jika mampu konsisten meraih IP 3,5 di setiap semester hingga lulus, maka Anda akan dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi dengan predikat cumlaude.

6. Penilaian
Sistem penilaian di perguruan tinggi menggunakan abjad. Nilai tertinggi yang setara dengan nilai 9-10 setara dengan A sementara nilai terendah biasa disetarakan dengan nilai E.

7. UTS dan UAS
Tidak ubahnya dengan SMA, perguruan tinggi juga menggunakan sistem Ujian Tengah Semester  (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Biasanya, bobot penilaian yang ditetapkan bagi UTS dan UAS diserahkan kepada masing-masing dosen, karena dosen lebih tahu bagaimana proses mahasiswa mengikuti perkuliahan dari awal hingga akhir. Penilaian akhir ditetapkan berdasarkan pembobotan nilai UTS dan UAS, adapula yang dihitung berdasarkan pembobotan presensi Kuliah, Tugas, Quis, UTS, dan UAS.

8. SP
SP adalah Semester Pendek atau program perkuliahan yang dilaksanakan pada saat liburan semester genap. Semester pendek ini bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperbaiki nilai mata kuliah.

9. KKN
KKN atau Kuliah Kerja Nyata adalah kegiatan untuk memberikan kontribusi ke daerah atau desa tertentu yang telah ditentukan oleh pihak universitas. Biasanya, mahasiswa diberikan waktu sebulan untuk tinggal di satu desa. Tapi, enggal semua universitas memberikan jadwal KKN.

10. UKM
Ini salah satu yang paling seru. UKM adalah Unit Kegiatan Mahasiswa. Kalau di sekolah, sering disebut dengan ekskul atau ekstra kurikuler. Kegiatan ini sangat diminati oleh para mahasiswa karena UKM yang ditawarkan sangat beragam. Kita bisa memilih UKM sesuai dengan hobi yang kita sukai, girls!

11. PKL
Kepanjangan dari istilah ini adalah Praktik Kerja Lapangan. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa mendapat pengalaman di dunia kerja. Tapi, tidak semua fakultas atau jurusan mewajibkan kegiatan PKL.

Source : http://www.pedidikanindonesia.com

PRODI FAVORIT SBMPTN 2015

Format Education - Setiap tahun, ujian Seleksi Bersama Mandiri Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) memperlihatkan tren program studi (prodi) favorit pilihan peserta. Begitu pula tahun ini.

Pada konferensi pers hasil SBMPTN 2015 di Ditjen Dikti, Kemenristek Dikti, Jakarta, Kamis (9/7/2015), Ketua Panitia SBMPTN 2015 Rochmat Wahab menjelaskan, ada lima prodi favorit baik kelompok ujian Saintek maupun Soshum. Berikut rinciannya:

Kelompok ujian Saintek:

1. Informatika dan Komputer;

2. Kedokteran;

3. Teknik Sipil;

4. Farmasi; dan

5. Agro dan sejenisnya.

Kelompok ujian Soshum:

1. Manajemen;

2. Akuntansi;

3. Hukum;

4. Komunikasi; dan

5. Administrasi.

"Tahun ini ada 121.653 peserta yang dinyatakan lulus dalam SBMPTN 2015. Sedangkan total peserta tahun ini adalah 693.185 orang," ujar Rochmat.

Hasil SBMPTN 2015 secara rinci adalah peserta yang lulus di kelompok prodi Saintek ada 49.719 orang, pada kelompok prodi Soshum ada 45.878 orang dan kelompok ujian campuran ada 26.056 orang. Pada SBMPTN 2014, hanya 105.862 orang yang lulus dari total 664.509 peserta. Sedangkan pada SBMPTN 2013, dari 585.789 peserta, yang lulus 109.853 orang.

Source: okezone.com

KULIAH ATAU KERJA?

Format Education – Bagi sebagian orang mungkin akan bingung ketika harus memilih antara kuliah atau bekerja. Apalagi buat kalian yang baru saja lulus dari SMA, mau tidak mau kalian harus pilih antara kuliah atau bekerja. Memang kedua pilihan tersebut harus dipertimbangkan secara matang supaya dikemudian hari kalian tidak menyesal. Berikut ada beberapa pertimbangan agar anda semakin mantap memilih kedua hal tersebut.

Berdiskusi
Sering-seringlah berdiskusi kepada teman, orang tua, dan saudara untuk memutuskan kedua hal tersebut supaya Anda dapat sedikit pencerahan. Karena pada dasarnya kuliah dan bekerja adalah hal yang sama namun bentuk penyampaianya agak sedikit berbeda. Kuliah akan memberikan pelajaran hidup yang teoristis sedangkan bekerja akan mengajarakan anda cara yang lebih nyata karena melalui pengalaman yang langsung dipraktekan.

Mencari Informasi
Carilah informasi sebanyak mungkin buat dijadikan referensi ketika Anda harus memutuskan kuliah atau bekerja

Pilih Kuliah
Jika Anda memutuskan untuk kuliah terlebih dahulu, anda harus menetapkan target untuk kedepanya pilihlah jurusan kuliah yang sesuai dengan minat dan bakat Anda jangan sampai salah pilih jurusan. (Baca : Tips Memilih Jurusan Kuliah, Jalur Masuk PTN dan PTKIN)

Pilih Bekerja
Jika Anda memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu. Anda harus berhati-hati karena biasanya orang yang sudah mendapatkan uang cenderung malas untuk melanjutkan kuliah, meskipun itu tidak terjadi terhadap semua orang. Bekerja terlebih dahulu kemudian melanjutkan kuliah akan memberikan nilai lebih dimata perusahaan untuk menguatkan nilai kerja Anda.

Kuliah sambil bekerja
Banyak sekali orang yang memilih kedua hal tersebut secara bersamaan. Tujuan jelas kuliah sambil bekerja akan membuat anda terlatih untuk melakukan sebuah pekerjaan yang penuh tantangan dan target.
Banyak yang berhasil dalam melaksanakan kuliah sambil bekerja atau bekerja sambil kuliah. Jika berniat pilihlah universitas yang menyediakan jam perkuliahan non-reguler atau kelas karyawan yang biasa dilakukan weekend (sabtu dan minggu), hal ini akan sangat membantu anda agar tidak meninggalkan aktivitas utama.

Masih bingung pilih kuliah atau bekerja? Kuliah dulu bagus, bekerja dulu bagus, Kuliah sambil bekerja itu lebih bagus dan kenapa tidak jika melakukan kedua hal tersebut secara bersamaan.

TIPS MENGHADAPI UJIAN NASIONAL

Format Education - Ujian Nasional (UN) merupakan ajang untuk kemampuan diri. Saat itulah kemampuan belajar kalian dievaluasi. Jangan grogi saat menghadapi UN. Tips berikut akan membantu kalian dalam menghadapi UN.

1. Berdo'alah kepada Tuhan dan Mohon Restu kepada Orang Tua
    Setiap keberhasilan ada keikutsertaan Sang Pencipta di dalamnya. Berdo'alah agar diberi kemudahan dalam menghadapi UN. Selain itu, jadikan UN sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua tercinta. Oleh karena itu, mintalah restu kepada kedua orang tua sebelum UN agar diberi kemudahan dan kelancaran.

2. Perbanyak Latihan Soal
    Berlatih mengerjakan soal-soal akan membuat anda terbiasa menghadapi beragam soal. Dengan sering berlatih penguasaan anda terhadap materi akan semakin baik. Anda tidak akan cemas atau grogi dalam menghadapi soal-soal UN.

3. Belajar Kelompok
    Dengan belajar kelompok, Anda dapat berbagi dengan teman lain dalam memecahkan soal-soal dan saling menguatkan motivasi belajar. Manfaatkanlah waktu Anda dengan belajar secara berkelompok.

4. Biasakan sikap jujur dan Sportif
    UN merupakan ajang yang prestisius. Tidak mengherankan jika ada yang melakukan tindakan tidak terpuji dalam pelaksanaan UN. Misalnya, membeli bocoran soal atau melakukan kecurangan saat UN. Hindari tindakan-tindakan seperti itu. Bersikaplah jujur dan sportif, niscaya Tuhan akan memberi kemudahan.

5. Hindari Belajar Sistem Kebut Semalam
    Belajarlah jauh-jauh hari sebelum hari UN tiba. Jangan menggunakan sistem kebut semalam yaitu belajar keras saat UN sudah dekat. Justru pada hari-hari mendekati UN, badan dan pikiran harus rileks. Jaga kondisi tubuh Anda dengan makan makanan yang bergizi dan cukup berisitirahat.

6. Hindari Kegiatan yang Bisa Mengganggu Konsentrasi Belajar
    Untuk sementara tinggalkan dahulu kegiatan/kesenangan/hobi yang bisa mengganggu konsentrasi belajar, seperti: bermain play station, chatting di internet, dan menonton televisi

Followers